Kolaborasi Tiga Lembaga Dorong Budaya Literasi Anak Usia Dini di Bangkalan

Tim Intervensi Komunitas dari mahasiswa Program Studi Psikologi UTM bersama guru dan anak usia dini. (Foto: Mahasiswa UTM)

BANGKALAN – Upaya sistematis untuk memperkuat fondasi literasi anak usia dini di Desa Pernajuh, Bangkalan, diluncurkan melalui sebuah kolaborasi strategis antara KB Aisyiyah As-Shofa, SDN Pernajuh, dan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Program bertema besar From Play to Reading Habit ini berfokus pada implementasi program literasi berbasis bermain (play-based learning) sebagai respons atas rendahnya fasilitas baca dan minat literasi di wilayah tersebut.

Tim Intervensi Komunitas yang terdiri dari delapan mahasiswa Program Studi Psikologi UTM menginisiasi program yang bertujuan menumbuhkan kebiasaan membaca dan menguatkan kemampuan dasar anak melalui stimulasi sensorimotor yang tepat.

Sebagai langkah awal, kolaborasi ini menggelar sosialisasi bertajuk ‘Menguatkan Fondasi Emas Anak: Pentingnya Stimulasi Sensorimotor dalam Menumbuhkan Minat Literasi Sejak Dini.’

Kegiatan ini melibatkan guru dan wali murid dari KB Aisyiyah As-Shofa serta TK DWP Pernajuh.

Narasumber dalam sosialisasi itu, Tarich Yuandana, Dosen PG PAUD UTM yang berfokus pada perkembangan sensorimotor, menekankan bahwa kesiapan literasi anak tidak dimulai dari pengenalan huruf, melainkan dari kematangan sensorimotor.

“Anak yang pintar bukan yang paling cepat calistung, tetapi yang berkembang sesuai tahap usianya,” ujar dia, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa stimulasi sensorimotor dapat dilakukan dengan bahan-bahan sederhana di sekitar, seperti tepung atau beras, dan menegaskan bahwa kesiapan anak untuk belajar formal dicapai ketika perkembangan sensorimotornya telah matang.

Wawasan ini disambut antusias oleh para peserta yang mendapatkan perspektif baru mengenai pondasi belajar anak.

Sebagai penerapan langsung metode play-based learning, tim mahasiswa menyusun lima sesi kegiatan praktis selama lima minggu yang berfokus pada melatih gerakan halus dan pengenalan dasar literasi.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi: Pekan ke-1: Flower Name Tag. Pekan ke-2: Letter Dough Play (menggunakan clay untuk membentuk huruf, efektif melatih kekuatan jari dan pengenalan simbol).

Pekan ke-3: Paper Quilling (melatih indra peraba). Pekan ke-4: Tracking Play (meniru berbagai bentuk garis pada media beras untuk melatih kesiapan menulis) dan Pekan ke-5: Rainbow Path Play (melatih fokus dan koordinasi mata-tangan).

Pada penutupan rangkaian kegiatan, mahasiswa secara simbolis menyerahkan modul pembelajaran lengkap kepada guru KB Aisyiyah As-Shofa agar program stimulasi sensorimotor ini dapat terus dilaksanakan secara mandiri.

Tidak hanya pada tingkat PAUD, upaya penguatan literasi juga merambah ke tingkat Sekolah Dasar. Mahasiswa Psikologi UTM memfasilitasi penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara SDN Pernajuh dan Perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura.

Kerja sama ini menjadi dasar bagi sejumlah program literasi, termasuk kunjungan edukatif ke Perpustakaan UTM, layanan Mobil Pintar sebagai akses bacaan keliling, program membaca bersama, dan pendampingan literasi yang terstruktur.

Penandatanganan MoA ini menandai komitmen serius kedua belah pihak dalam memperluas akses siswa terhadap sumber bacaan dan membuka kesempatan belajar yang lebih beragam bagi anak-anak di SDN Pernajuh, sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan sekolah. (Mahasiswa UTM)