Komisi D DPRD Jombang Panggil Dua RSUD, Ini Tujuanya

Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran.

memoexpos.co – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang memanggil RSUD Jombang terkait dengan pergantian beberapa bidang di RSUD Jombang.

Hearing antara RSUD Jombang dan Anggota Dewan ini bertujuan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan RSUD.

“Hasil dari Hearing hari ini lebih ke silahturahim terkait komunikasi dimana pergantian di beberapa bidang ada satu komunikasi yang terputus. DPRD sebagai mitra kerja kami dalam pengawasan dan support tentu harus kita diskusikan bersama,” ujar Direktur RSUD Jombang dr Pudji Umbaran.

Tidak hanya membahas pergantian beberapa bidang, banjir yang sempat ramai beberapa waktu lalu juga ikut terbahas pada saat Hearing.

Namun, menurut Pudji selaku Direktur RSUD Jombang menyampaikan penjelasan bahwa hal tersebut bukanlah banjir melainkan sedikit keloberan air yang menggenang dan terlihat seperti banjir.

“Tadi sempat ditanyakan terkait banjir kemarin. Jadi, sebenarnya itu bukan banjir tetapi ada keloberan air dari titik tertentu dan kami juga sudah menyiapkan terkait dengan biopori, jadi hanya 15 menit sudah surut,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Ploso dr M Vidya Buana mengungkapkan betapa pentingnya pengadaan Genset sebagai back up jika terjadi pemadaman listrik, sehingga menjadi prioritas untuk mendukung pelayanan.

“Genset nantinya digunakan sebagai back up apabila terjadi padam listrik agar alat-alat medis tetap beroperasional tanpa mengganggu tenaga medis dan pasien,” ungkapnya

Di tempat yang sama, Sekretaris Komisi D DPRD Jombang Rahmat Agung Saputra menyampaikan sebagai mitra kerja, pihaknya ingin mengetahui secara langsung persoalan-persoalan yang terjadi akhir-akhir ini

“Kami ingin tau seperti apa pengembangan-pengembangan untuk kedepannya. Tadi kami juga sempat menanyakan terkait problem genangan air di RSUD Jombang kemarin lalu yang bertahan 15-20 menit langsung surut karena memang curah hujan yang sangat tinggi san kamu juga tidak menemukan kejanggalan apapun,” jelas Agung.

Ia juga membahas terkait pengadaan genset pada RSUD Ploso yang dimana sementara ini sedang ditunda.

“Pengadaan genset di RSUD Ploso yang 3 Miliar itu tadi kami cross check seperti apa genset seharga 3 Miliar tersebut dan dipastikan semuanya sesuai dan layak, kalau memang harganya 3 Miliar ya kita tetap tidak ada masalah,” pungkasnya. (kel)