Undar Jombang Nilai Rehabilitasi Trotoar dan Drainase Jalan Gus Dur Tidak Selesaikan Masalah

Kondisi kampus saat tergenang air. (Foto: memoexpos)

memoexpos.co – Proyek rehabilitasi trotoar dan peningkatan drainase di Jalan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Jombang dianggap tidak menyelesaikan persoalan.

Hal itu dibuktikan dengan masih adanya genangan air di area selatan jalan khususnya di lingkungan kampus Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang, seperti yang terjadi pada Selasa (11/11/2025).

Padahal saat ini proyek rehab trotoar dan peningkatan drainase Jalan Gus Dur yang menelan anggaran Rp1,7 miliar itu hampir selesai dan sudah bisa berfungsi.

Namun faktanya saat terjadi curah hujan tinggi, air tetap saja masuk dan menggenang di area selatan jalan persisnya di lingkungan kampus Universitas Darul Ulum Jombang.

Menanggapi persoalan tersebut Wakil Rektor Bidang Sarpras Universitas Darul Ulum Jombang, Ir H M Zainul Arifin, MT mengatakan bahwa saat jauh sebelum proyek ini dikerjakan, pihaknya mengusulkan kepada Bupati Jombang untuk menambah Box Culvert di Jalan Gatot Subroto.

“Usulan tersebut merupakan hasil kajian Fakultas Teknik sejak bulan Januari 2025. Dari hasil kajian itu, debit hujan area kampus sebesar 0,108 m³/detik dan total debit air yang akan masuk gorong-gorong Jalan Gus Dur sebesar 2,643 m³/detik,” rincinya.

Sedangkan menurutnya kapasitas debit air gorong-gorong lama sebesar 1 m³/detik. Dari data itu maka diketahui ada kelebihan debit air 1,643 m³/detik yang mengakibatkan genangan air di lingkungan kampus dan meluber di Jalan Gatot Subroto.

Wakil Rektor Bidang Sarpras Universitas Darul Ulum Jombang, Ir H M Zainul Arifin, MT.

“Dengan adanya persoalan ini, kami mengusulkan perlunya penambahan saluran Box Culvert di Jalan Gatot Subroto yang mampu mengalirkan debit 1,643 m³/detik,” lanjutnya.

Namun implentasi kegiatan ternyata tetap tidak memperhatikan masukan dari hasil kajian tersebut, sehingga banjir dan genangan air saat hujan deras terus terjadi.

Hal tersebut tentu sangat merugikan kampus. Aktivitas kuliah terganggu, layanan mahasiswa terganggu dan image kurang baik kampus juga berpengaruh

“Harusnya dipahami bahwa Undar adalah bagian dari aset pendidikan tinggi di Jombang mestinya menjadi atensi bagi para pemangku kebijakan sehingga memberikan nilai positif bagi kebaikan semua pihak,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Perkim Jombang melalui Kabid Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum Sri Rahayu mengatakan pihaknya memang sudah koordinasi dengan pimpinan Undar dan Bappeda, dari pertemuan tersebut sampai dengan keputusan tidak bisa memenuhi keinginan Undar Jombang.

“Kalau untuk penambahan Box Culvert di tahun 2026 di kita tidak ada kegiatan untuk itu. Misal Undar tetap berkeinginan kepada kita untuk meminta membangun Box Culvert, tidak akan menjamin di situ akan mengurangi masalah,” tuturnya.

Untuk sementara, pihaknya bersama Dinas PUPR akan melakukan normalisasi untuk mencegah kejadian serupa. “Kita sempat hearing juga dengan dewan komisi C bersama PUPR juga, pak Bayu (Kadis PUPR) akhirnya bersedia melakukan normalisasi di saluran besar itu,” singkatnya.