Panen Raya, Napi Lapas Lamongan Hasilkan 9 Ton Padi

memoexpos.co – Berkunjung ke Kabupaten Lamongan, Kepala Wilayah Ditjenpas Jawa Timur Kadiyono menyaksikan panen raya di Sarana Asimasi dan Edukasi (SAE) milik lapas Lamongan.

Turut hadir diantaranya Forkopimda Lamongan, perwakilan Dinas Pertanian, Dharma Wanita serta Ulin Nuha Kepala lembaga pemasyarakatan Kelas IIB Jombang.

Pada kesempatan ini Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur Kadiyono menyampaikan SAE yang dikembangkan di Lapas Kelas IIB Lamongan mengintegrasikan pelatihan pertanian dengan kontribusi langsung pada ketahanan pangan nasional.

Menurutnya penanaman varietas IR32 yang berpotensi hasilkan sembilan ton per musim. Ini bagian dari pembinaan yang tidak sekadar edukatif, tapi juga produktif.

“Tidak hanya itu, program SAE di Lapas Kelas IIB Lamongan juga menyumbang pendapatan negara melalui PNBP, sekaligus memperkuat bekal keterampilan warga binaan usai masa pidana. Dalam konteks ini, SAE menjadi jembatan antara pembinaan dan kemandirian,” jelasnya.

Kegiatan yang dilakukan tak hanya menjadi seremoni, tapi juga perwujudan sinergi antara warga binaan dengan petugas lapas dan Dinas Pertanian.

Sementara itu Kalapas Kelas IIB Lamongan Heri Sulistyo menegaskan bahwa setiap tenaga warga binaan dalam program SAE dihargai secara layak.

“Mereka menerima premi atas kerja kerasnya. Ini bukan hanya insentif ekonomi, tapi juga pemulihan kepercayaan diri,” ujarnya.

Hasil panen nantinya sebagian digunakan untuk dapur umum, memastikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari para penghuni lapas.

Tidak hanya di sektor pertanian dan perikanan, SAE di Lapas Kelas IIB Lamongan juga menjalin kerja sama dengan mitra industri dan menggelar kegiatan sosial berbasis kesehatan. Dengan pendekatan ini, Lapas Kelas IIB Lamongan mendorong rehabilitasi menyeluruh yang berkelanjutan.

Keberhasilan panen raya, SAE di Lapas Kelas IIB Lamongan membuktikan bahwa pemasyarakatan tak hanya soal hukuman, melainkan proses tumbuh dan memberi makna baru dalam kehidupan warga binaan. Program ini menjadi cermin bahwa perubahan dapat dirintis dari balik jeruji, lewat tanah yang digarap dan kolam yang dirawat secara kolektif.

Perlu diketahui, Lapas Kelas IIB Lamongan selalu berinovasi bagi warga binaan, dengan cara memberikan edukasi dan pelatihan agar para warga binaan ketika kembali ke masyarakat bisa percaya diri dan memiliki kemampuan berwirausaha guna pemulihan perekonomian secara mandiri