MOJOKERTO – Di tengah ketatnya persaingan bisnis kuliner, khususnya di segmen kue basah dan panganan tradisional, pelaku UMKM di wilayah Pacet, Mojokerto, terus membuktikan ketahanannya.
Salah satu pegiat usaha yang konsisten menjaga eksistensi usahanya adalah Roy Hadi, pemilik usaha kue basah dengan merek dagang ‘Cheryl Snack’ yang telah beroperasi selama delapan tahun terakhir.
Roy memfokuskan bisnisnya pada produksi dan distribusi kue basah siap santap, dengan target pasar rumah tangga, acara hajatan, hingga kebutuhan konsumsi harian yang dipasok ke lapak-lapak di kawasan Pacet, Kutorejo, dan Gondang.
Strategi pemasarannya mengandalkan basis pelanggan yang dibangun melalui media sosial, terbukti efektif menjaring pembeli langsung tanpa memerlukan biaya promosi besar.
“Sejak awal berdiri kami memang sudah memanfaatkan platform media sosial untuk menarik pelanggan. Kini sebagian besar pesanan datang,” kata dia.
Menurutnya adanya pembayaran digital QRIS BRI di Mojokerto disebutnya mampu dongkrak pendapatan.
Hal itu dibuktikan dengan data pembukuan yang terus naik dibanding pekan-pekan sebelumnya.
“Faktanya naik, alhamdulillah berkat QRIS BRI,” pungkasnya.
Selain usaha kue basah ia juga memiliki toko peracangan atau toko kelontong. Kedua usaha kecilnya itu terbantu dengan adanya QRIS BRI.










