
memoexpo.co – Usai dilantik Presiden Prabowo di Jakarta dan melakukan serah terima jabatan di DPRD Jombang pada 5 Maret 2025, Warsubi dan Salmanudin Yazid terus merealisasikan beberapa program di 100 hati kerja pertama sebagai Bupati dan Wakil Bupati Jombang.
Tercatat sebanyak 20 program strategis yang telah dilakukan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Jombang. Puluhan program tersebut dibeberkan saat Dialog Interaktif Warung Pojok Kebon Rojo di pendopo, Selasa (10/6/2025).
Dari puluhan program yang digagas, program desa tematik dan program pelayanan digitalisasi desa menjadi bagian kerja nyata Bupati dan Wakil Bupati melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang Sholahuddin Hadi Sucipto menjelaskan, realisasi program pelayanan digitalisasi desa diwujudkan melalui Sabdopalon (sistem administrasi, berita, data deso, dan pelayanan online) dan Cak Ngateso (cetak pengajuan teko deso).
“Melalui Sabdopalon dan Cak Ngateso, masyarakat yang ingin mendapatkan layanan surat menyurat atau sebagainya tidak perlu lagi datang ke desa, semuanya diakses melalui online,” kata Sholahuddin saat memaparkan melalui zoom disaksikan Bupati dan seluruh tamu undangan.
Untuk Program Desa Tematik, Sholahuddin memaparkan bahwa desa tematik terdiri dari lima kategori, diantaranya desa wisata, desa ketahanan pangan, desa digital, desa kreatif, dan desa tembakau sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Jombang.
Dengan adanya program Desa Tematik, tentunya diharapkan dapat menjadi sebuah inovasi dalam mencari karakteristik atau keunggulan dari desa tersebut, sehingga nantinya dapat berpengaruh pada kesejahteraan maupun pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Jombang Warsubi bersyukur seluruh agenda atau program 100 hari kerjanya tidak ada kendala apapun. Dia mengatakan jika keberhasilan ini bukan hanya milik ya semata, namun hasil kerjasama dari seluruh elemen.
“Untuk itu, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah, organisasi masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan seluruh warga jombang yang telah berkontribusi dan bersinergi dalam membangun Kabupaten Jombang,” jelasnya.
Warsubi menambahkan, program 100 hari kerja ini merupakan langkah awal yang dirancang untuk memastikan bahwa visi dan misi tidak hanya menjadi dokumen perencanaan semata, tetapi benar-benar mulai dijalankan secara nyata.
“Kami ingin memastikan bahwa sejak awal pemerintahan kami, masyarakat dapat merasakan dampak nyata dari program-program yang dijalankan pemerintah daerah,” imbuhnya.
Untuk itu, Warsubi mohon dukungan, doa, dan kerja sama dari seluruh pihak, agar terus bisa bersinergi dan berkolaborasi selama lima tahun ke depan, dalam “mewujudkan Jombang Yang Maju dan Sejahtera Untuk Semua”.









