memoexpos.co – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 13 Jombang gelar masa ta’aruf siswa.
Madrasah Negeri yang berlokasi di Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang ini memiliki konsep baru dalam menggali potensi siswanya.
Konsep tersebut digagas oleh Kepala MTsN 13 Jombang, Musthofa. Melalui Maksama (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah), pihaknya menggali potensi peserta didik baru untuk dikembangkan, baik potensi akademik maupun non akademik.
Musthofa menyebut, peserta didik baru kelas 7 nanti akan dibagi menjadi 4 kelas. Sebelum dibagi siswa diwajibkan mengikuti tes terlebih dahulu, seperti tes psikologi dan tes IQ, walaupun sebelumnya sudah ada klasifikasi berdasarkan nilai raport kelas 6.
“Kita dapat 100 siswa baru. Nanti ada kategori kelasnya, kelompok unggul akademik, kelompok unggul non akademik, ketiga kelompok diantara kedua itu,” terang Musthofa saat diwawancarai diruangannya, Senin (15/7/2024).
Pembangian kelas menurut Musthofa merupakan langkah awal memahami potensi siswa yang ada. Dengan tujuan MTsN 13 bisa mencetak generasi unggul di bidang masing-masing, baik secara akademis menuju olimpiade bahkan bidang olahraga dan seni menuju pekan olahraga dan seni yang digelar tiap tahunnya.
“Rencana kita adakan tes sikologi juga, ada pembagian kelas dari hasil tes IQ, kita membagi ada juga kelas olahraga seni (non akademik). Kita cetak siswa yang unggul di akademik dan non akademik seperti olahraha maupun kesenian,” bebernya.
“Harapannya siswa bisa memiliki kemampuan unggulan masing-masing,” sambung dia.
Setelah mengetahui potensi siswa dari tes yang dilakukan, selanjutnya dewan guru bersama tenaga ahli yang ditunjuk madrasah melakukan pendampingan dengan cara memaksimalkan potensi yang ada.
“Kita tidak bisa sendiri tentu butuh pihak lain untuk suport prestasi mereka, bisa melalui organisasi profesi, agar bisa mengawal anak pada prestasi maksimal,” terangnya.
Musthofa menandaskan, kegiatan Maksama ini dilakukan selama tiga hari, mulai tanggal 15 sampai 17 Juli 2024.
“Sebanyak 100 siswa yang mengikuti Maksama, laki-laki sebanyak 58 siswa dan perempuan sebanyak 42 siswa. Ada yang dari luar Kabupaten, namun didominasi warga Kecamatan Perak dan Kecamatan Bandarkedungmulyo,” tandasnya.










