Gara-gara Skors Guru, Kepsek di Jombang Malah Dipecat Berujung 49 Siswa Pindah Sekolah

Wahyu, Kepala Madrasah yang dipecat. (memoexpos.co)

memoexpos.co – Cerita haru datang dari salah seorang Kepala Sekolah (Kepsek) pada lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang ada di Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang.

Dia adalah Wahyu, seorang Kepala Sekolah yang telah mengabdi puluhan tahun di Madrasah Ibtidaiyah, dia mengaku di berhentikan dari jabatan Kepala Madrasah oleh pihak Yayasan setelah melakukan skorsing terhadap guru.

Wahyu mengaku bingung, dia menskors guru laki-laki berinisial K lantaran diduga terlibat tindakan asusila di sekolah, namun malah ia yang harus dipecat dari jabatan Kepala Sekolah.

“Dia (guru yang diskors) merupakan orang yang kami anggap kuat, menjabat sebagai direktur BUMDes dan adik salah satu Kepala Dinas lingkup Pemkab Jombang,” terang Wahyu, Jumat (12/7/2024).

Bukan persoalan ia lepas dari jabatan Kepala Madrasah, Wahyu mengaku yang menjadikan ia berlinang air mata adalah setelah ia diberhentikan, empat guru lainnya mengundurkan diri dan lebih parahnya 49 siswa memilih pindah sekolah.

Yang paling ia fikirkan adalah dampak 49 siswa yang harus pindah sekolah, bagi dia hal tersebut tentu membawa kualitas negatif bagi peserta didik.

“Secara sikologis anak-anak terganggu, bahkan ada video yang memperlihatkan anak-anak diintimidasi dan diancam oleh pihak oknum tidak bertanggung jawab. Padahal mereka hanya butuh belajar tak perlu tahu konflik lembaganya,” tutur Wahyu diringi isak tangis.

Yang menjadi pertanyaan bagi Wahyu, yang memberhentikannya adalah pengurus yang ada di akta notaris yayasan baru, sementara Madrasah Intidaiyah (MI) yang ia emban adalah berada di Yayasan lama yang saat ini ia pegang. Bahkan, Wahyu sendiri masuk didalam akta notaris lama sebagai pengurus Yayasan.

“Kok tiba-tiba muncul akta yayasan baru dan pengurus baru, pengurus baru itulah yang memecat saya,” urainya.

“Saat ini yang kami inginkan anak-anak bisa belajar lagi dengan damai, jangan sampai berpengaruh. Kami ingin mereka tenang dan tidak merasa terancam,” tandasnya.

Hingga berita ini diunggah, upaya konfirmasi kepada pihak yayasan masih dilakukan.