Warga Bandarkedungmulyo Tutup Akses Proyek Pembangunan PT Platinum, Ada Apa?

Tulisan berisikan bentuk protes dipasang di pintu masuk proyek. (Ist)

menoexpos.co – Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Bandarkedungmulyo (FKWB) luruk proyek pembangunan PT Platinum yang berlokasi di Desa setempat, Sabtu (9/3/2024) pagi.

Mereka menuntut upah kerja masyarakat untuk segera dibayar oleh kontraktor pekerjaan timbunan yang dilakukan oleh CV Rahayu.

Massa aksi yang berisi warga sekaligus pekerja juga menuliskan tuntutannya dan dipasang di portal pintu masuk proyek. Warga yang mengaku kesal ini juga menutup akses jalan proyek pengurukan sehingga mengakibatkan aktifitas proyek terhenti.

“Kami meminta CV Rahayu berkomitmen sesuai perjanjian awal, upah dibayar seminggu sekali,” ujar Jatmiko koordinator aksi saat diwawancarai wartawan dilokasi.

Jatmiko menyebut, pada Selasa (5/3/2024) lalu sudah ada mediasi yang dilakukan di kantor desa setempat dan didampingi oleh Kapolsek Bandarkedungmulyo AKP Sulianto. Namun, Jatmiko mengaku pihak perusahaan mengingkari kesepakatan itu hingga akhirnya pihaknya merasa dirugikan dan melakukan aksi dilokasi proyek.

“Kedua kami menuntut kesepakatan yang dimediasi Forkopimcam kemarin,” lanjutnya.

Jatmiko menambahkan, tuntutan ketiga adalah meminta agar kontraktor pengurukan memperhatikan akses pertanian dan tidak merugikan warga maupun petani.

“Kontraktor pengurukan ini menutup saluran irigasi jadi kami meminta untuk saluran irigasi agar tidak ditutup karena saat ini saluran itigasi tkdak berfungsi karena kena tanah uruk,” jelasnya.

Sebelumnya, sambung dia warga sudah memberikan toleransi kepada pihak kontraktor timbunan membolehkan aktifitas sampai hari ini. “Kami sudah memberikan toleransi untuk kontraktor penimbunan namun janjinya tidak ditepati akhirnya kita tutup patok, kompensasi warga juga belum clear,” tandasnya.