Tiga Proyek Diduga Fiktif di Desa Kampungbaru Jombang

77
Banner papan informasi di Desa Kampungbaru, Kecamatan Plandaan. (memoexpos.co)

memoexpos.co – Pemerintahan Desa (Pemdes) Kampungbaru, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang kian carut marut. Bagaimana tidak, sebanyak 3 item pekerjaan diduga fiktif hingga saat ini belum realisasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh sumber yang mewanti-wanti namanya untuk tidak dicantumkan dalam pemberitaan. Dihadapan wartawan dengan menunjukkan bukti yang ia peroleh pihaknya mengatakan, sedikitnya ada 3 bangunan belum dikerjakan yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2023.

“Sumur bor memang ada dua titik yang tidak dikerjakan. Kemudian uruk ini juga kurang belum selesai, itu dari DD 2023 lalu,” lontarnya, saat diwawancarai wartawan, Senin (10/6/2024).

“Itu sebenarnya harus realisasi 2023 namun sampai Tahun 2024 ini belum juga realisasi,” sambung dia.

Sumber ini menyebut, carut marutnya program di Desa Kampungbaru ini diduga disebabkan ulah Kades, terlebih Kades punya banyak masalah pribadi, sehingga berdampak pada pemerintahan desa bahkan potensi ada kerugian negara.

“Semua yang bertanggungjawab Kepala Desa karena ada dugaan kuat uang itu ditilep, gak tau untuk apa utangnya banyak,” ungkapnya.

Warga ini mengetahui, jika sebelumnya sudah ada Monitoring Evaluasi (Monev) yang dilakukan oleh Pemkab, dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jombang. Namun, ia mengaku tak mengetahui hasilnya seperti apa.

Kendati demikian, ia mengatakan bahwa mengantongi data tiga titik proyek bersumber dari DD yang belum direalisasikan.

“Tahun 2023 kemarin saat ada monev DPMD tapi hasilnya bagaimana saya tidak tahu, coba tanyakan ke DPMD tapi warga ada data jika ada 3 item pekerjaan yang belum direalisasikan,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun media ini, diduga sebanyak 3 titik pembangunan yang brlum dikerjakan itu bersumber dari Dana Desa Tahun 2023 tahap 3, namun sangat disayangkan Kepala Desa Kampungbaru hingga saat ini belum bisa dikonfirmasi mengenai hal itu.

Perangkat desa yang berada di kantor desa setempat saat disinggung hal itu mengaku tak berani berkomentar.