Sambung Dini 2024 Bibit Durian Bido Wonosalam Pecahkan Rekor MURI

58
Saat seluruh pihak yang terlibat Sambung Dini bibit durian mendapatkan piagam penghargaan dari Museum Rekor MURI di Ponpes Bhakti Bapak Emak, Kecamatan Bareng Wonosalam.

memoexpos.co – Upaya pengembangan komoditas unggulan Durian Bido Wonosalam dengan melakukan sambung dini bibit Durian Bido berhasil tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Tercatat sebanyak 2024 bibit durian berhasil diperbanyak dengan melibatkan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, Ponpes Bhakti Emak Bapak Kecamatan Bareng, Poktan dan Gapoktan wilayah Bareng dan Wonosalam yang bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.

Penyerahan piagam Rekor MURI diserahkan langsung oleh Perwakilan MURI Sri Widayati kepada Pj Bupati Jombang Sugiat, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusuma Nugrahini, dan Ponpes Bhakti Bapak Emak Sumrambah pada Rabu (29/5/2024).

Pj Bupati Kabupaten Jombang, Sugiat mengapresiasi inisiatif dari Ponpes Bhakti Bapak Emak yang telah peduli terhadap pertanian di Kabupaten Jombang dengan upaya sambung dini bibit Durian Bido.

Menurutnya, upaya tersebut hasil sinergitas antara akademisi dengan petani durian yang dilakukan sejak bulan Februari 2024, sebagai upaya pelestarian komoditas unggulan Kabupaten Jombang.

“Ke depan, saya harap buka hanya komoditas durian, tetapi masih banyak komoditas unggulan lokal Jombang yang layak dikembangkan, seperti kopi excelsa, jambu gondangmanis, tembakau pie dan lainya,” kata Sugiat.

Dengan adanya 2024 bibit Durian Bido ini juga nantinya dapat meningkatkan penyebaran dan produksi yang melimpah, sehingga dapat kenal dan digemari masyarakat luas, terlebih di luar Kabupaten Jombang.

Sedangkan menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, Much Rony menjelaskan jika Durian Bido telah diakui oleh pemerintah sebagai varietas asli Wonosalam sejak tahun 2006.

“Durian yang dikembangkan sebagai unggulan lokal Wonosalam yaitu Durian Bido, yang telah didaftarkan sebagai varietas unggul Kabupaten Jombang. Hal ini tertera pada Keputusan Menteri Pertanian Nomor: 340/KPTS/SR.120/5/2006 tentang Pelepasan Durian Bido Wonosalam sebagai varietas unggul, pada tanggal 4 Mei 2006,” terangnya.

Pada tahun lalu, potensi durian di Kabupaten Jombang mencapai 199.582 pohon, dimana sebagian besar tersebar di Kecamatan Wonosalam dengan total 193.582 pohon.

Dengan jumlah tersebut, Much Rony membeberkan bahwa potensi panen pada tahun lalu totalnya mencapai 114.496 pohon yang menghasilkan buah durian 59.495 kwintal pertahun.

Selain itu, upaya pengembangan populasi Durian Bido juga telah dilakukan sejak tahun 2012 dengan kegiatan Teknik Topworking 10.577 pohon. Rony menjelaskan kegiatan itu didukung oleh pegiat durian, Tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Asosiasi Komoditas (Askom) Wonosalam.

“Harapannya dengan kegiatan kolaborasi ini, bibit Durian Bido yang legend ini dirawat dengan baik, tumbuh dengan baik, dan dikawal terus proses penyebarannya,” tutupnya.