Jihad Ulama Diperankan Siswa SD di Jombang Pada Hari Pahlawan

71
Ratusan siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Anak Negeri di Kecamatan Sumobito memperingati hari pahlawan. (memoexpos.co)

memoexpos.co – Ratusan siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Anak Negeri di Kecamatan Sumobito memiliki cara unik untuk memperingati Hari Pahlawan.

Ratusan siswa dengan cekatan menggelar drama kolosal bercerita perjuangan KH Hasyim Asyari bersama para ulama dan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Guru pengajar SDIT Anak Negeri, Firman mengatakan kegiatan drama kolosal tentang perjuangan jihad KH Hasyim Asy’ari itu sengaja ditampilkan untuk memperingati hari pahlawan 19 November 2023.

“Drama kolosal perjuangan Jihad mbah Hasyim yang dibawakan oleh para peserta didik SDIT,” kata Firman saat dijumpai di lokasi acara, Jumat (10/11/2023).

Pantauan dilokasi, drama terlihat menarik. Diawali Anak-anak berpakaian layaknya santri beraktifitas disebuah pondok pesantren di daerah Diwek, Jombang pada latar peristiwa periode sekitar tahun 1940 an. Berikut seorang siswa mengenakan pakaian bak penampilan KH Hasyim Asy’ari menjumpai para santri.

Tiba-tiba datang siswa berpenampilan tentara Jepang dan Belanda memeragakan aksi melakukan agresi kesejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Jombang. Sampai ada upaya penangkapan terhadap KH Hasyim Asy’ari.

Peran siswa SD memperlihatkan santri begitu kehilangan dengan sosok Kiai panutan. Sampai diceritakan kebangkitan kalangan santri dibawah pimpinan para ulama, dengan membentuk Laskar Hisbullah.

Tidak sampai disitu, para siswa ditengah penjiwaan memerankan upaya perlawanan laskar Hisbullah bersama laskar-laskar rakyat yang lainnya melakukan perjuangan pembebasan bangsa terhadap penjajahan. Ending dari drama kolosal, tentu saja kemenangan diraih oleh laskar rakyat dalam mengusir penjajah.

Terlihat beragam pernak dan pernik miniatur peralatan melengkapi kegiatan drama Kolosal itu. Mulai miniatur senapan, alat-alat pertanian, batu, dan pakaian ala para pejuang maupun tentara.

Ketua Yayasan Anak Negeri Jombang, Edi Kris Effendi menyampaikan kegiatan ditujukan untuk menanamkan karakter terhadap murid SDIT. Semangat perjuangan para kiai bisa menjadi inspirasi.

“Siswa bisa mengambil manfaat, dengan menjiwai peran yang diberikan dalam drama,” terang Edi.

Harapannya, siswa bisa lebih bersemangat dan terus berjuang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Terus meningkatkan kemampuan ilmu agama, maupun ilmu umum.

“Nantinya bisa menjadi pemimpin yang jujur, amanah kepada nusa dan bangsa,” tandasnya.