Bupati Jombang Bersama 45 Kepala Desa Terima Anugerah Lencana Bakti Desa Madya dan Desa Mandiri

64
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat menerima Lencana Bakti Desa Madya dan piagam penghargaan dari Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar. (Foto: memoexpos)

memoexpos.co – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar memberikan penganugrahan Lencana Bakti Desa Madya kepada Bupati Jombang dan Lencana Desa Mandiri kepada 45 desa dengan status desa mandiri di Kabupaten Jombang.

Penganugerahan kedua lencana tersebut merupakan salah satu bentuk apresiasi dan penghargaan dari Kemendes PDTT atas kerja keras seluruh pihak untuk mewujudkan status desa mandiri di Kabupaten Jombang.

Lencana Desa Madya diterima oleh Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab dilanjutkan penyerahan Lencana Desa Mandiri kepada 45 kepala desa. Prosesi penyerahan lencana dan piagam penghargaan diberikan langsung oleh Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (14/9/2023).

Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar menyebut, perkembangan memajukan desa di Jombang terlihat pesat, hal itu ditandai dengan terus bertambahnya status desa mandiri dan tidak adanya desa tertinggal dan sangat tertinggal di Kabupaten Jombang.

“Jombang alhamdulillah meskipun belum semua desa mandiri tapi sudah tidak ada lagi desa sangat tertinggal dan desa tertinggal. Ini luar biasa dibandingkan saat saya menjadi ketua DPRD Jombang 2 periode tahun 1999 sampai 2009, perkembangannya sangat pesat,” ujar Abdul Halim.

Dengan bertambahnya jumlah desa mandiri di Kabupaten Jombang, Mendes PDTT pun membeberkan dua tantangan baru setelah desa dinyatakan mandiri. Ia menilai dua tantangan tersebut tidak kalah penting dari peningkatan infrastruktur desa.

“Ketika desa sudah mandiri puncak infrastruktur relatif sudah selesai, justru ada PR (pekerjaan rumah) terberat dalam pengelolaanya, yaitu ada dua, pertumbuhan ekonomi dan SDM (sumberdaya manusia). Inilah PR yang tidak akan berhenti harus kita kerjakan dari waktu ke waktu,” tegasnya.

Menurutnya pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

“Bagi yang mandiri sedang kita rancang RPJP 2024, maka desa mandiri nanti ketika sudah mencapai titik tertentu minimal dana desa yang digulirkan harus sebesar 5 miliar pertahun. Tapi tentu banyak hal yang harus dipersiapkan, diantaranya keterlibatan masyarakat harus lebih maksimal,” bebernya.

Kepada para kepala desa, Abdul Halim berpesan agar benar-benar memanfaatkan Sustainable Development Goals (SDGs). Menurutnya SDGs bisa menjadi solusi yang autentik dalam menerapkan pembangunan berkelanjutan secara konkret di lapangan.

“Saya berpesan agar semua bisa tertangani dengan baik, implementasikan SDGs desa. Itu sangat membantu kepala desa untuk melihat masalah yang yang dihadapi desa dan disitulah saya mengatakan perencanaan pembangunan semakin hari harus didasarkan pada masalah, bukan berdasarkan pada keinginan, perencanaan pembangunan harus berdasarkan kebutuhan bukan pada kemauan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menjelaskan jika saat ini di Kabupaten Jombang tidak adanya desa sangat tertinggal dan desa tertinggal, disamping itu jumlah desa mandiri jumlahnya juga terus bertambah.

“Tahun 2023 desa mandiri yang awalnya berjumlah 47 desa menjadi 91 desa, kemudian desa maju yang awalnya 179 menjadi 211 desa, selanjutnya untuk desa berkembang dari 79 desa saat ini sudah tidak ada,” jelas Mundjidah.

Mundjidah pun mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan memajukan desa di Kabupaten Jombang. Menurutnya Peningkatan status dan penghargaan lencana ini diharapkan dapat menjadi tambahan semangat dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat.

“Peningkatan ini merupakan kerja keras bapak ibu kepala desa dan pemerintah Kabupaten Jombang dengan pemdes, jadi salah satu bentuk kerjasama adalah kebijakan-kebijakan kabupaten Jombang berdasarkan visi dan misi yaitu meningkatkan daya saing perekonomian daerah berbasis kerakyatan, kompetensi keunggulan lokal dan industri,” tuturnya.