Melihat Lebih Dekat Pondok Ramadan Santri Lansia di Jombang

170
Pondok Ramadhan santri lansia di Jombang. (memoexpos.co)

memoexpos.co – Tidak hanya santri muda, santri dengan usia khusus atau bisa dibilang Lanjut Usia (Lansia) ada di Jombang. Para santri Lansia mondok selama bulan suci Ramadan di Masjid Jami Roudlotul Arifin, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Yanah (60) warga Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang membagi cerita religi nya. Ia sudah sejak awal Ramadan 1444 H Ikut kegiatan pondok Ramadan Toriqoh Masjid Jami Cukir khusus usia itu.

Ada harapan bertambah iman dan mendapat barokah bulan suci Ramadan. Ia tidak sendiri, bersama ratusan jamaah lainnya.

“Selain itu, menjalankan sunah para guru,” katanya Selasa (28/3/2023).

Ia ingin fokus beribadah. Tak masalah jika bawa bekal makan sendiri. Selain diantara teman nya masak sendiri, pun ada juga keluarga membawakan bekal untuk para lansia.

“Bekal makanan bawa sendiri, ada yang masak sendiri, ada yang dikirim dari keluarga,” terangnya.

Kegiatannya sholat malam, ngaji Quran, mengikuti imam. Semua kegiatan di pondok Ramadan dilakukan penuh jamaah.

“Mengikuti ajaran guru,” jelasnya.

Muhammad Dawam salah satu pengurus Toriqoh Masjid Cukir mengatakan ada sebanyak 200 orang ikut dalam Pondok Ramadan. Acara rutin tahunan, tepat di bulan suci Ramadan

“Dalam satu bulan dilaksanakan hanya selama 20 hari,” terangnya.

Penutupan acara dilaksanakan pada malam Nuzulul Quran sekitar tanggal 20 April 2023. Seperti biasa aktivita harian di isi dengan sholat sunnah, istighosah dan pengajian.

Menjalankan Sholat Tarawih dalam 24 rakaat membaca Al Quran sebanyak satu setengah juz. Memang diakui sholat Tarawih di Masjid Cukir agak panjang, mulai dari jam 19.30 sampai pukul 21.00 WIB.

“Termasuk di antaranya acara sholat sunnah malam, mulai jam 2 pagi sampai jam 3 pagi. Dilanjutkan Saur bersama dengan makanan yang bisa dibeli disekitar Masjid,” rincinya.

Pondok Ramadan memiliki tujuan menjadi manusia bertaqwa. Dimana menjalankan amalan toriqoh yang sudah diajarkan oleh Kyai. Terutama mengamalkan kalimat Toiyibah yaitu La Illah Haillalah sebanyak 165 kali dan dilanjutkan dzikir menyebut asma Allah di dalam hati sebanyak 1000 kali setiap habis sholat wajib.

Dengan mengamalkan setiap hari nanti pada waktu akhir hayat sudah biasa mengucapkan kalimat Toiyibah.

“Jamaah tertua ada yang usia 90 tahun, selain dari Kabupaten Jombang, jamaah juga dari luar kota ada dari Kediri, Nganjuk, Blitar, Malang, Lamongan,” pungkasnya.