Serikat Buruh di Jombang Gelar Konfercab, Ungkap Kelemahan Kasus Perburuhan Jika Masuk Ranah Hukum

36

memoexpos.co – Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Jombang menggelar acara Konferensi Cabang (Konfercab) pertama kali. Konfercab I Periode 2023-2028, mengambil tema Istiqomah menghadapi hukum ketenagakerjaan yang sarat berbagai kepentingan kapitalis oligarki bertempat di Aula salah satu Hotel di wilayah Kecamatan Jombang.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Federasi Sarbumusi Jombang, Lutfi Mulyono mengatakan selama masa kepengurusan pihaknya kerap menghadapi beragam tantangan.

“Cukup banyak tantangan yang kami hadapi selama kepengurusan lima tahun belakangan,” ungkap Lutfi saat memberikan keterangan kepada wartawan, Minggu (5/3/2023) kemarin.

Pada intinya, ada sejumlah catatan penting dalam periode kepengurusan dirinya, selain memilih kepengurusan baru, melakukan evaluasi kinerja selama lima tahun dan merumuskan langkah yang diambil oleh organisasi.

“Penanganan – penanganan kasus kita agak lemah ketika masuk proses hukum,” bebernya.

Selama proses penanganan kasus, pihaknya harus menempuh proses ke Surabaya di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Pengadilan di Surabaya, kewenangan disnaker untuk memeriksa dan mengawasi itu juga di Surabaya.

“Itu sisi lemah kita yang menjadi skala prioritas untuk kita bicarakan dalam konfercab ini,” ujarnya.

Secara eksternal demikian. Namun secara internal, pihaknya akan membentuk kepengurusan yang terdiri dari Wakil Ketua – Wakil Ketua yang menaungi beberapa Zona. Zona selatan meliputi Bareng dan Wonosalam, Zona utara daerah kecamatan Ploso dan Kudu dimana ada pusat – pusat pabrik.

“Itu yang selama lima tahun kemarin tidak dimiliki oleh Sarbumusi”, urainya.

Sementara itu, Ahmad Athoillah Anggota DPRD Jawa Timur mengatakan keberadaan Sarbumusi sebagai serikat buruh di Jombang telah memberikan warna tersendiri. Langkah – langkah perjuangan yang selama ini diambil sudah berjalan dengan bagus.

“Tentunya ini yang harus bisa dipertahankan atau lebih baik lagi,” ungkap Gus Atho panggilan Akrab wakil rakyat dari fraksi PKB itu.

Cita – cita perjuangan Sarbumusi menurut Gus Atho sudah sesuai, namun banyaknya persoalan perburuhan menjadi tugas yang tidak bisa dilakukan oleh serikat buruh sendiri. Harus dilakukan kerjasama dengan wakil rakyat.

”Harus berkolaborasi untuk memperjuangkan dulur – dulur buruh, terkhusus di kabupaten Jombang, harapannya dengan kolaborasi itu kedepan bisa lebih baik lagi,” terangnya.

Pantau dilapangan, selain acara dihadiri oleh anggota DPC F Sarbumusi Jombang, hadir juga perwakilan Danramil 0814/13 Jombang Kapt Inf Andik Purwanto, Kasat Intelkam Polres Jombang AKP Budi, Anggota DPRD Jatim Ahmad Athoillah, Anggota DPRD Jombang Rohmat Abidin, Ketua DPW Sarbumusi Jatim Imam Muklas, dan Katib PCNU Jombang Abdul Malik.