Begal Kembali Beraksi di Jombang, Korban Tak Sadarkan Diri

83
Korban begal dengan pembiusan (tangkapan layar)

memoexpos.co – Pembegalan kembali terjadi di Kota Santri dengan modus berpura-pura kehabisan bensin dijalan dan meminta bantuan kepada pengendara yang melintas. Dalam melancarkan aksinya pelaku tega membius korban hingga tak sadarkan diri kemudian mengambil barang berharga milik korban.

Kejadian terjadi di Jalan Raya Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang, Jumat (2/12/2022).

Diketahui, korban bernama Agus warga Dusun Pojok, Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben.

Menurut saksi, kejadian sekitar pukul 18.00 setelah salat maghrib. Lokasinya nerada di sebelah makam perbatasan Dusun Jatisari dan Dusun Maijo, Desa Jatiwates.

“Saat itu ada seorang pria tiba-tiba lari sambil berteriak meminta tolong ke arah permukiman warga. Pria itu, bernama Agus, warga Dusun Pojok, Desa Pojokkulon, Kecamatan Kesamben,” ujar saksi mata Suwarno (43) yang merupakan warga setempat.

“Dia lari sempoyongan sambil minta tolong, saya keluar, terus setelah bilang dia habis dirampok, kemudian dia pingsan,” sambungnya.

Suwarno menyebut, korban menhalami pingsan lantaran dibius oleh pelaku. “Korban sebelum pingsan masih bisa menjawab pertanyaan, dia bercerita jika setelah dibegal dengan modus berpura-pura kehabisan bensin, korban berhenti dan mau menolong,” ungkapnya.

Lanjut dia, pelaku terdiri dari dua orang, satu orang laki-laki dan satu orang perempuan.

“Pelaku perempuan membius korban dari arah belakang dan merampas motornya, saat itu juga korban berteriak dan berlari,” kata dia.

“Pelaku hanya berhasil mengambil dompet korban, sedangkan motornya tidak diambil,” sambungnya.

Dijelaskan Warsono, motor Ymaha Mio Soul milik korban tak jadi digondol pembegal. Meski dompet korban hanya dikembalikan dalam keadaan kosong setelah uangnya diduga dikuras oleh pelaku.

“Dompetnya ditemukan di samping motor korban, posisi kosong, kelihatannya sudah diambil uangnya. Karena kata keluarganya dia baru pulang kerja dan hari ini sedang gajian,” imbuhnya.

Kapolsek Tembelang AKP Dandung Setiawan mengaku belum menerima laporan dugaan pembiusan yang menimpa Agus. Informasi dugaan pembiusan di jalan sepi ini justru baru ia peroleh dari medsos. Pihaknya juga belum menggali keterangan dari korban.

“Kami belum ketemu korbannya. Makanya kami belum bisa memastikan karena korban pembiusan atau karena dia mabuk, belum jelas. Kami ingin mencari faktanya dulu, kami akan menggali keterangan dari korban lebih dulu,” tandasnya.