7 Desa Bakal Gelar Pilkades, Wabup Sumrambah Wanti-wanti Tindakan Curang Selama Pemilihan

30
Wakil Bupati Jombang Sumrambah saat pimpin Deklarasi Damai Pilkades Serentak tahun 2022 secara online melalui zoom yang diikuti sejumlah calon kepala desa di 7 desa. (memoexpos)

memoexpos.co – Sejumlah calon kepala desa mengikuti Deklarasi Damai Pilkades Serentak tahun 2022. Deklarasi damai dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jombang Sumrambah secara online di Media Center Kantor Pemkab Jombang, Selasa (8/11/2022).

Diketahui 7 desa di Jombang bakal melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada akhir bulan November.

7 desa itu diantaranya Desa Kauman, Kecamatan Ngoro, Desa Pelabuhan, Kecamatan Plandaan, Desa Kedungotok, Kecamatan Tembelang, Desa Blimbing, Kecamatan Gudo, Desa Kesamben, Kecamatan Kesamben, Desa Balonggemek dan Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh.

Menurut Sumrambah, pelaksanaan deklarasi damai merupakan sebagai upaya menjaga kondusifitas Pilkades serentak. Di samping itu, semua pihak yang turut hadir dalam deklarasi ini adalah saksi untuk penegakan dan pembangunan demokrasi dI Kabupaten Jombang.

“Deklarasi damai juga sebagai dasar komitmen calon kepala desa dalam pelaksanaan pilkades untuk mewujudkan pilkades aman dan damai sesuai dengan perwujudan nilai-nilai demokrasi,” kata Sumrambah.

Kepada para calon kepala desa, Sumrambah mengingatkan agar menjalankan kompetisi yang sehat, karena melalui kompetesi yang sehat dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas.

“Saya minta agar selama tahapan Pilkades serentak berlangsung, harus menjunjung tinggi sportivitas berdemokrasi, serta hindari tindakan-tindakan curang selama pemilihan. Ketertiban dan keamanan dalam perencanaan dan pelaksanaan pilkades serentak tidak akan terlaksana jika tidak adanya komitmen bersama untuk menjaga kondusifitas. Oleh karena itu, saya mengajak untuk selalu berkompetisi secara positif, berikan yang terbaik, dan tidak saling menjatuhkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap pemimpin jika ingin membangun desa yang lebih baik harus memiliki bekal pengetahuan tentang desa masing-masing. Dengan demikian nantinya dapat memberikan program yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat desa.

“Jika sudah kenal sangat mendalam pasti hatinya sepenuh hati untuk memajukan desa. Seorang pemimpin harus bisa menjadi orang tua guru dan tauladan bagi masyarakatnya, sehingga diharapkan calon kepala desa mampu mengajak masyarakat dan pendukungnya untuk menjaga kondusifitas,” pungkasnya.