Pemuda Pancasila Jombang Meminta Polisi Usut Tuntas Kasus Pengeroyokan di Jalan Gus Dur

114
Foto : Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang, M Syarif Hidayatullah atau Gus Sentot saat diwawancarai sejumlah wartawan.

memoexpos.co – Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang meminta aparat kepolisian mengusut tuntas dan menangkap semua pelaku pengeroyokan yang terjadi di Jalan Gus Dur depan Apotek K24 barat Traffic Light Stadion Merdeka Jombang, yang terjadi pada Minggu (17/7/2022) lalu.

Pernyataan itu disampaikan oleh Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang Syarif Hidayatullah didepan sejumlah wartawan, Sabtu (30/7/2022) malam.

Pihaknya mengapresiasi upaya kepolisian atas penangkapan dua pelaku yang saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka. Namun demikian MPC PP Jombang mengaku prihatin dengan adanya segerombol massa yang melakukan tindakan anarkis di Kota Santri.

“Sebelumnya kami berikan apresiasi kepada kepolisian yang bergerak cepat, menangkap dua pelaku pengeroyokan, kami prihatin, kami berharap Jombang ini bebas dari anarkis geng motor yang ada,” kata ketua Ormas yang akrab disapa Gus Sentot ini.

Sebagai Ormas Pemuda Pancasila, menurut dia, pihaknya ikut bertanggungjawab menjaga kondusifitas Kabupaten Jombang ini kedepan.

Disisi lain, Gus Sentot menyayangkan pelaku lain yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut masih belum ditangkap. “Kami butuh keadilan, saya masih mendengar ada yang katanya korban tapi juga terduga pengeroyokan yang sampai sekarang belum ketangkap. Artinya terduga pelaku pengeroyokan didaerah Spanyul puteranya Bu Kasun, sudah jelas rumahnya disana tapi sampai sekarang gak ketangkap, malah yang ditangkap orang lain,” jelasnya kepada wartawan.

Pihaknya menunggu hasil dari kepolisian dalam melakukan pengembangan tindak lanjut penangkapan pelaku lainnya. Menurut Gus Sentot, Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang siap mendukung dan membantu polisi dalam penuntasan kasus ini. “Ketika kami dibutuhkan kami siap membantu, kita juga mencegah teman-teman kami untuk bertindak anarkis, tetap menjaga Jombang ini aman, kondusif,” ujar dia.

“Kami percaya, teman-teman aparat kepolisian bisa menyelesaikan ini dengan baik,” imbuhnya.

Pada prinsipnya, Gus Sentot menegaskan, bahwa Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang siap mensuport kepolisian ketika polisi butuh bantuan, bahkan Gus Sentot mengaku bahwa Ormas yang ia pimpin ini siap mengantarkan polisi mencari rumah pelaku dan mengantarkan ke rumah pelaku pengeroyokan yang belum ditangkap. “Informasi apapun kami siap memberikan informasi, termasuk keberadaan geng motor itu ada dimana insyaallah kita siap,” kata pria yang juga menjabat sebagai pembina paguyuban otomotif Jombang ini.

Menurutnya, Pemuda Pancasila Jombang dalam perkara ini tidak ingin memperkeruh keadaan, pihaknya juga tidak menginginkan persoalan ini menjadi bola liar. “Jujur, teman-teman Pemuda Pancasila sangat berharap aparat kepolisian bisa menyelesaikan masalah ini dengam baik dan tuntas,” tukasnya.

Ketua Pemuda Pancasila Jombang menyayangkan, dalam permasalahan ini pihaknya merasa dibuntu dalam melakukan komunikasi. Gus Sentot mengaku bahwa saat sekretris MPC PP melakukan upaya komunikasi dengan pihak kepolisian, tidak ada respon malah nomor sekretaris MPC PP diduga diblokir oleh pihak kepolisian.

“Saya sesalkan, kita itu butuh komunikasi yang baik, kita berharap kita percaya pihak kepolisian bisa menyelesaikan ini dengan baik, kita tidak bergerak sampai saat ini kita menghormati, menghargai pihak kepolisian,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, korban yang terdiri dari tiga orang dua dewasa dan satu anak dibawah umur ini ingin menuntut keadilan dan mengadu ke Badan Penyuluh dan Pendampingan Hukum (BPBH) Pemuda Pancasila Kabupaten Jombang.

Setelah melayangkan laporan, polisi akhirnya menangkap dua orang pelaku pengeroyokan dan ditetapkan sebagai tersangka yakni MAS (22) warga Kalijabon, Kecamatan Tembelang dan FAM (21) warga Jogoloyo, Sumobito. Polisi masih melakukan pengembangan dan memburu pelaku lain, diperkirakan pelaku pengeroyokan tersebut berjumlah 10 orang.