Warga Balongbesuk Lestarikan Tradisi Nguri-uri Budaya Leluhur

70

memoexpos.co – Pemerintah Desa Balungbesuk mengadakan Sedekah desa mengambil tema “Konvensi Tradisi Uri-uri Budaya Desa yang Bernilai Adi Luhung” dihadiri oleh Sumrambah Wakil Bupati Jombang, Camat Diwek, Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar, tokoh masyarakat serta kepala desa didampingi segenap perangkat desa Balungbesuk bertempat di halaman Balaidesa Balungbesuk Diwek Jombang.

Rangkaian kegiatan sekedakah desa Balungbesuk diantaranya Kirim doa, serta pawai budaya keliling desa dengan berbagai ragam budaya lokal Balungbesuk menampilkan Tumpeng Raksasa seberat 66 kilogram 22 Ons.

Wakil Bupati Jombang Sumrambah usai memberangkatkan pawai budaya mendoakan seluruh masyarakat desa Balungbesuk.

“Salah satu bentuk iktiar agar warga desa Balungbesyk selalu diberi dianugerah dalam bentuk keselamatan, kesehatan, serta diberi rejeki yang melimpah, agar segera pulih dan berjaya kembali pasca Covid 19,” doa Sumrambah Wakil Bupati Jombang. Kamis (28/7/2022).

Tidak hanya itu, Sumrambah juga mendoakan warga Balungbesuk Rukun, dan generasi penerus menjadi anak yang sholeh dan solekah.

Sementara itu Mochamad Saifur Kepala Desa Balungbesuk, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang menyampaikan, Sedekah desa ini rutin diadakan setiap tahunnya. Menurutnya, uri-uri budaya merupakan tradisi ucapan terimakasih kepada Tuhan dan para leluhur yang telah memberikan kenikmatan berupa hasil bumi.

“Diawali kirim doa kepada leluhur dan kepala desa yang telah meninggal dunia, sholawatan, dilanjutkan kirap budaya menampilkan tumpeng Raksasa, miniatur kerbau yang identik adanya petilasan rentetan dari kebokicak, serta menampilkan hasil bumi,” kata Saifur.

Lanjut Saifur, Konon katanya nenek moyang dalam bercocok tanam menggunakan bantuan Kerbau, selain itu terdapat Punden peninggalan leluhur berupa sumber air yang katanya bisa menyembuhkan segala penyakit.

“Uri uri budaya leluhur desa balung besuk bisa, adat istiadat agar bisa diteruskan oleh generasi muda, menjadi turun menurun kepada anak cucu sebagai generasi penerus agar bisa membawa berkah dan semakin maju,” tambahnya.

“Dengan adanya ajang kurap untuk pemulihan ekonomi masyarakat, dibuktikan pada pedagang bisa menjual dagangannya hingga mampu menarik pembeli,” pungkasnya.

Perlu diketahui, Tumpeng Raksasa seberat 66 kilogram, 22 Ons dibuat oleh Kepala sekolah paud KB Harapan Bunda bernama Marjuni SPd, alamat RT 03 RW 02 Desa Diwek Jombang. (Tya)