Harga Cabai Melonjak, Petani Tidak Untung, Kok Bisa?

56
Foto : Cabai Busuk.

Nganjuk, memoexpos.co – Melonjaknya harga cabai di berbagai pasar rupanya tidak membuat petani cabai untung besar. Pasalnya, banyak petani gagal panen akibat cuaca ekstrim.

Seperti yang dialami oleh Akad (45) petani asal Desa Sukorejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk ini. Meski harga cabai naik ia mengaku cabai miliknya banyak yang mengalami pembusukan.

“Banyak yang busuk, karena cuaca ekstrim, sering tiba-tiba hujan, kalau panas juga suhunya cukup tinggi,” jelas Akad kepada media ini, Selasa (28/6/2022) kemarin.

Akad menyebut, bahwa cabai yang busuk cepat menular ke cabai lainnya. Untuk antisipasi meluasnya cabai busuk miliknya, ia rutin memetik cabai yang mengalami pembusukan agar tidak menular ke cabai lainnya.

“Untuk mengurangi resiko kebusukan lebih meluas, saya ambil cabai yang busuk supaya tidak menular ke cabai lainnya,” ungkapnya.

Selain itu, saat hujan turun, ia langsung menyiram tanaman cabainya menggunakan air. Hal itu dilakukan sebagai upaya mengurangi resiko kebusukan.

“Mungkin orang lain menganalisa kami untung banyak saat harga cabai naik, tapi ya tidak yang seperti mereka bayangkan, harga di petani saat ini Rp80 ribu perkilonya,” pungkasnya. (Khoir)