Harga Cabai di Jombang Kian Melejit, Tembus Rp95 Ribu Perkilo

62
Foto : Lapak penjual kebutuhan dapur dan sayur di Pasar Peterongan Jombang.

Jombang, memoexpos.co – Harga komoditi hasil pertanian di Jombang Jawa Timur mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Seperti di Pasar Tradisional Peterongan Jombang. Berbagai jenis kebutuhan dapur dan sayuran merangkak naik dalam beberapa hari terakhir.

Hamzah (38) salah satu pedagang kebutuhan dapur dan sayur di Pasar Peterongan menyebut, kenaikan harga ini ditengarai cuaca buruk, akibatnya banyak petani yang gagal panen menyebabkan pasokan beberapa komoditi pertanian kepada pedagang dipasar berkurang.

Menurutnya, kenaikan yang cukup parah dialami oleh komoditi cabai rawit. “Sebelumnya  harga cabai rawit Rp60 sampai Rp70 ribu per Kg saat ini tembus di harga Rp90 sampai dengan 95 ribu per Kg,” ucap Hamzah saat diwawancarai memoexpos.co, Senin (6/6/2022).

Selain cabai rawit, harga cabai besar di pasar peterongan juga mengalami kenaikan, semula Rp50 ribu per Kg saat ini tembus harga hingga Rp65 ribu per Kg.

“Selain cabai, harga bawang merah saat ini tembus Rp40 ribu per Kg, beberapa hari yang lalu bawang merah Rp 36 ribu per Kg, selain itu harga tomat juga naik sebelumnya Rp10 ribu saat ini tembus Rp12 ribu per Kg,” jelas Hamzah.

Bagi dia, kenaikan harga komoditi tersebut sangat berpengaruh pada daya beli konsumen.

“Barangnya sulit didapat, kualitas barang juga banyak yang kurang bagus tapi harganya naik, konsumen mikir ulang untuk membeli banyak, akhirnya daya beli menurun,” tandasnya.

Selain di pasar peterongan, kenaikan harga pada beberapa komoditi pertanian juga dijumpai di pasar legi Jombang.

Menurut Diah (45) pelapak di Pasar Citra Niaga atau Pasar Legi Jombang ini mengaku, kenaikan harga mencapai 50% dari harga sebelumnya.

Selain naik, ia menyebut kualitas beberapa barang juga kurang bagus. “Barangnya ya seperti ini, kurang bagus tapi harganya naik,” kata Diah kepada memoexpos.co, Minggu (5/6) kemarin.

Ia menginginkan, agar pemerintah melakukan kontrol dibeberapa pasar sehingga kenaikan harga bisa diatasi, apalagi sudah menjelang hari raya idul adha.

“Ya semoga pemerintah bisa melakukan kontrol harga, agar pedagang dan pembeli was-was, apalagi mendekati hari raya qurban,” pungkasnya. (Sy)