Satu Pelaku Konvoi Anarkis Diringkus Satreskrim Polres Jombang

120
Foto : Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha (tengah) ketika menunjukan barang bukti kepada jurnalis di Mapolres Jombang, Jum'at (8/4/2022).

memoexpos.co – Satreskrim Polres Jombang berhasil meringkus 1 tersangka pengeroyokan oleh gerombolan pemuda yang melakukan aksi konvoi anarkis. Konvoi anarkis itu sempat viral di media sosial beberapa hari terakhir.

Diketahui, peristiwa pengeroyokan terjadi pada Kamis (31/3) pukul 23:00 WIB di pinggir jalan raya ke arah barat menuju Pabrik Gula, Dusun Depok Santren, Desa Grogol, Kecamatan Diwek.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha membeberkan, tersangka inisial AD (19) merupakan residivis kasus yang sama. AD baru keluar penjara setelah menjalani 11 bulan hukuman.

“Tersangka 1 orang kita amankan inisial AD warga Jombang lulusan MTs, yang bersangkutan juga residivis kasus yang sama di Nganjuk, vonis 11 bulan baru keluar, kemudian mengulangi perbuatanya lagi,” terangnya.

Dijelaskan AKP Giadi, anggota konvoi tengah malam itu sebelumnya melakukan aksi penggalangan dana salah satu perguruan pencak silat di Jombang.

Setelah sempat dibubarkan aparatur pemerintah di Kecamatan Diwek pada pukul 22:00 WIB. Mereka melakukan konvoi dan mengeroyok korban, anggota konvoi juga merusak sepedah milik korban dan spion mobil saat melintas.

“Korban ini diduga adalah salah satu perguruan yang berbeda, padahal pada kenyataannya bukan, korban merupakan mahasiswa dari UNHASY yang pada saat itu juga melintas pulang sehingga karena gugup, takut, panik maka lari dan konvoi melakukan pengejaran kemudian dilakukan pengeroyokan,” lanjutnya.

Dari penangkapan pelaku, polisi menyita beberapa barang bukti, termasuk hasil visum korban yang mengalami luka memar di bagian kepala dan punggung.

“Barang bukti yang kita amankan ada beberapa jaket (yang dipakai tersangka), motor Honda Beat milik korban, ada juga visum, ada juga beberapa atribut dari salah satu perguruan,” rincinya.

Akibat kejadian itu, AD terancam terjerat pasal 170 KUHP dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara. “Jeratan pasal 170 untuk sementara karena masih ada beberapa rangkain kejadian. Yang jelas lebih dari 1 tersangka, peristiwa yang terjadi pada malam itu rangkaiannya ada 3 kejadian yakni pengrusakan dan pengeroyokan 2 kali,” tukasnya.

Tidak hanya itu, polisi juga mengidentifikasi konvoi diikuti sekitar 50 sampai 100 orang, namun hanya 6 warga asli Jombang yang ikut beraksi.

“Dari sekian orang, kami identifikasi ada 50 sampai 100 orang yang ikut konvoi pada malam itu. Sebenarnya warga Jombang hanya 6 orang, sisanya adalah warga Lamongan yang menamakan dirinya komunitas Anak Jalanan Lamongan, kemudian dari Nganjuk juga gabungan beberapa komunitas, ada juga salah satu perguruan silat, ada juga komunitas-komunitas anak muda lainya,” pungkasnya. (Bay)