840 Bonsai Bersaing dalam Kontes Bonsai Nasional di Jombang

40

memoexpos.co – Sebanyak 840 peserta kontes bonsai dari seluruh Indonesia mengikuti pameran dan kontes bonsai tingkat nasional yang digelar oleh PPBI (Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia) Cabang Jombang.

Ratusan tanaman bonsai terbaik dari seluruh daerah yang mengikuti kontes dan pameran yang berlangsung di Lapangan Joko Sambang, Desa Mancilan Kecamatan Mojoagung ini dibagi menjadi 4 kelas atau kategori, diantaranya Prospek, Madya, Regional dan Utama.

Hal itu disampaikan oleh Panitia Pelaksana Kegiatan, Heru. Dengan adanya kontes bonsai ini, dirinya juga berharap kedepan semakin banyak lagi peserta yang mengikuti, sehingga dapat menjalin tali silaturahim antar penggemar tanaman bonsai. “Harapannya kedepan akan semakin banyak peserta yang berpartisipasi lagi,” ujarnya, Minggu (12/12/2021).

Ditempat yang sama, Imam Ketua PPBI Jombang mengatakan, pada periode saat ini PPBI telah sukses melaksanakan berbagai program yang telah digagas bersama pengurus lainya.

“Program pertama yang dilakukan PPBI yaitu berhasil membentuk 4 rating, diantaranya ranting ABC (Alaska Bonsai Club) di Kecamatan Kabuh, MBA (Mojoagung Bonsai Art di Kecamatan Mojoagung, BJB (Bonsai Jombang Beriman) di Kecamatan Ngoro dan Jokid (Jombang Kidul) di Kecamatan Bareng,” tuturnya.

Selain membentuk 4 ranting, PPBI juga membuat sekolah bonsai yang bernama JOBS (Jombang Bonsai School), juga kontes bonsai tingkat nasional ini merupakan salah satu bagian dari program PPBI.

“Alhamdulillah semua program sudah bisa kita laksanakan. Terakhir yang akan digarap oleh PPBI adalah membentuk sentra bonsai Jombang dan koperasi,” imbuhnya.

Ditempat yang sama, Sumrambah Wakil Bupati Jombang mengaku siap membantu mewujudkan adanya pasar hobbis di Jombang. “Harapannya event seperti ini akan menjadi agenda tahunan PPBI yang akan disupport oleh Dinas terkait,” katanya.

Sumrambah juga mengapresiasi karena event seperti ini dapat memberikan ruang kepada masyarakat untuk berkreasi, mengingat tanaman bonsai memiliki nilai yang tinggi, baik dari nilai jual maupun nilai seninya.

“Menjadikan event seperti ini sebagai stimulus kepada masyarakat untuk berkreasi, karena ini akan membawa pada kenaikan taraf ekonomi masyarakat jika mampu menjadikan hobi sebagai langkah dalam menambah penghasilan,” pungkasnya. (bay)