Khitanan Massal Ramaikan Peringatan HUT Perumdam Tirta Kencana ke-31

42
Foto : Bupati Mundjidah berama Direktur Perumdam Tirta Kencana, Khoirul Hasyim saat memantau peserta khitanan masal.

memoexpos.co – 31 tahun berdiri dan bersinergi bersama Kabupaten Jombang, Perumdam Tirta Kencana terus mengabdi dengan berbagai inovasi diantaranya bidang teknologi maupun SDM (sumberdaya manusia).

Berbagai terobosan dan inovasi tersebut dipaparkan oleh Khoirul Hasyim Direktur Perumdam Tirta Kencana Kabupaten Jombang saat membuka acara peringatan Hari Ulang Tahun Perumdam Tirta Kencana ke-31 dan khitan masal yang diikuti oleh 31 peserta dari 4 kecamatan bertempat di halaman kantor Pemkab Jombang, Sabtu (7/11/2021).

“Saat ini kami sedang mengembangkan sistem inverter (variable speed drive) berbasis PLC (programmable logic controllers) di beberapa perpompaan yang bertujuan untuk mengatur frekuensi pompa sehingga penggunaan energi listrik dapat diminimalisir. Alhamdulillah dari penerapan sistem ini kami mampu menghemat daya listrik sebesar 20-25 persen dari tiap-tiap perpompaan yang kami miliki. Semua desain, perakitan, dan pengaplikasian dilakukan secara mandiri oleh Divisi Produksi dan Tim Mekanikal Elektrikal Perumdam Tirta Kencana,” terang Hasyim

Kedepan, teknologi tersebut akan terus dikembangkan oleh Perumdam guna mencapai target maksimal penurunan biaya produksi. Di era revolusi industri 4.0, memberikan tantangan dan peluang, karenanya Perumdam terus berupaya menyelesaikan berbagai tantangan yang sedang dihadapi pelaku industri di tanah air guna mengakselerasi pengembangan manufaktur agar lebih berdaya saing.

“Saat ini kami sedang mengembangkan sistem inverter (variable speed drive) berbasis PLC (programmable logic controllers) di beberapa perpompaan yang bertujuan untuk mengatur frekuensi pompa sehingga penggunaan energi listrik dapat diminimalisir. Alhamdulillah dari penerapan sistem ini kami mampu menghemat daya listrik sebesar 20-25 persen dari tiap-tiap perpompaan yang kami miliki. Semua desaian, perakitan, dan pengaplikasian dilakukan secara mandiri oleh Divisi Produksi dan TIM Mekanikal Elektrikal Perumdam Tirta Kencana,” jelasnya.

Kedepan, teknologi tersebut akan terus dikembangkan oleh Perumdam guna mencapai target maksimal penurunan biaya produksi. Di Era Revolusi Industri 4.0 memberikan tantangan dan peluang, karenanya Perumdam terus berupaya menyelesaikan berbagai tantangan yang sedang dihadapi pelaku industri di tanah air, guna mengakselerasi pengembangan manufaktur agar lebih berdaya saing.

“Layanan-layanan kemudahan terus diberikan kepada pelanggan dalam bentuk pengembangan aplikasi berbasis android, dimana pada aplikasi tersebut, kini pelanggan dapat melakukan catat meter mandiri, mendapatkan notifikasi langsung saat terjadi perbaikan jaringan dan atau gangguan aliran air, serta tagihan rekening air berjalan. Selain itu, kartu pelanggan terintegrasi dengan pembayaran, juga pembayaran online yang dapat diakses di hampir 35 penyedia jasa pembayaran online,” ujarnya.

Selain untuk mempercepat arus transaksi, upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan keakurasian dan keuangan real time juga mempermudah pelanggan dalam melakukan transaksi pembayaran rekening tagihan air.

“Pembinaan dan peningkatan kompetensi terus kami upayakan melalui short course, pelatihan berjenjang, serta dengan melakukan uji kompetensi keahlian bekerjasama dengan PERPAMSI dan Lembaga Sertifikasi Profesi yang ditunjuk guna menjawab tantangan perubahan kekinian sebagaimana permintaan akan air layak minum yang terus meningkat di tengah kondisi kualitas dan ketersediaan air yang semakin menurun dikarenakan pencemaran dan eksploitasi yang tidak terkontrol. Perumdam melakukan diversifikasi usaha yakni penjualan air baku isi ulang juga berkerjasama dengan perusahaan-perusahaan skala menengah-besar serta perumahan yang ada di Jombang,” terang Hasyim.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan air air layak minum pengeboran liar yang digunakan untuk mengambil air tanah dapat berkurang sehingga kuantitas dan kontinyuitas air dapat terus dipertahankan. Perumdam Tirta Kencan telah mampu menerapkan berbagai metode penjernihan air sehinga layak minum sebagaimana yang dilakukan berupa Kran Air Siap Minum di Lapas kelas llB Jombang, juga Deionisasi Watter Treatment Filter di Satradar 222 Ploso, Jombang.

“Kedepan, mohon doa dan dukungannya agar Air Minum Dalam Kemasan yang telah sedang dalam proses perizinan dapat segera terealisasi guna mendukung Jombang yang berkarakter dan berdaya saing,” tambahnya.

“Sesuai hasil audit BPKP Provinsi Jawa Timur, Perumdam Tirta Kencana di tahun 2020 berdasarkan Indikator Cipta Karya Kemeterian PUPR dinyatakan sehat dengan mendapatkan kenaikan nilai dari 2, 89 menjadi 3.06. Sedangkan berdasarkan indikator Kepmendagri Nomor 47 Tahun 1999, terdapat kenaikan 2,86, dimana pada tahun 2019 sebesar 61,57 menjadi 64,43 di tahun 2020. Kepada Ketua Baznas Jombang, Ketua Khitan Nusantara, Ketua JST sehingga kami dapat melaksanakan khitanan masal untuk 31 peserta,” pungkas Hasyim.

Di tempat yang sama, Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab mengatakan bahwa Perumdam Tirta Kencana sebagai perusahaan daerah harus mampu memberikan kontribusi positif, kepada masyarakat maupun pemerintah Kabupaten Jombang.

“Mulai januari memproduksi air minum kemasan, nanti semua instansi pemerintah baik rumah sakit sampai ke kantor menggunakan air minum Pdam kemasan, bahwa untuk di lapas sudah di support oleh pdam, selain untuk bisnis juga diberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Mundjidah.

Pemkab Jombang juga memberikan dukungan terkait upaya Perumdam dalam meningkatkan kualitasnya, “Peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) supaya terus dilakukan karena perkembangan ilmu itu adalah selalu terus meningkat, salah satunya harus dimiliki kompetensi miliki perusahaan daerah kabupaten Jombang,” katanya.

“Semoga jadi perusahaan yang sehat bermanfaat, sehingga bisa memberikan invest atau modal usaha di kabupaten Jombang. Jika nanti menghasilkan keuntungan, ini akan kembali kepada pemerintah kabupaten jombang untuk membangun kepentingan masyarakat, kesehjateraan masyarakat,” pungkas Mundjidah.