Banjir di Jombok, Kepala BPBD : Bukan Lagi Siapa yang Salah, Letak Permasalahan Sudah Clear

106
Foto : H. Abdul Wahab, Kepala BPBD Jombang

memoexpos.co – Peristiwa banjir di wilayah Desa Jombok Kecamatan Kesamben beberapa pekan lalu menuai sorotan publik, mulai dari tuduhan lambannya penanganan Pemerintah Kabupaten yang dinilai kurang koordinasi, bahkan sampai munculnya pernyataan Pemkab Jombang terlambat turun ke lokasi.

Hal tersebut dibantah oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jombang, H. Abdul Wahab. Menurutnya, upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten sudah semaksimal mungkin, hal itu dibuktikan oleh totalitasnya Kepala Dinas PUPR setempat dalam koordinasi dengan BBWS.

“Tidak peduli siang ataupun malam Kepala Dinas PUPR melakukan koordinasi dengan BBWS selaku yang mempunyai kewenangan sungai untuk pengambilan sampah” Ucap Abdul Wahab kepada media, Sabtu (16/1/2020).

Bahkan, tambah dia, sebelum alat dari BBWS datang, Dinas PUPR mengeluarkan alat sendiri demi mempercepat penanganan banjir yang terjadi di Desa Jombok itu.

“Kok masih ada, tiba-tiba statmen yang mengatakan Pemkab tidak segera turun, itu tidak benar” ujarnya.

Lebih detail Kepala BPBD Jombang ini menjelaskan, bahwa pada tanggal 4 januari 2021 kemarin, tepatnya di Gereja Depan Dam Wakil Bupati Sumrambah memperintahkan Kepala Dinas PUPR agar kembali koordinasi pihak BBWS dan PJT agar kembali didatangkan alat berat. “Saat itu juga berada di depam Kasun Beluk dan Kades Jombok” sambungnya.

Saat alat dari BBWS belum juga datang, Wabup Jombang juga memperintahkan alat dari PUPR Jombang untuk standby di lokasi. “waktu itu juga saringan dam baru selesai dibersihkan” tambahnya.

Lanjut Abdul Wahab, saat itu Kepala Dusun Jombok dari awal meminta agar saringan dijebol, kemudian bilang ‘Pemkab terlambat merespon’ disini yang dijadikan sasaran bukan BBWS melainkan Pemkab.

“Saat itu semua capek, karena tervokus sama-sama mencari solusi, termasuk relawan BPBD yang terus standby di Posko Balaidesa” tutupnya.

Sementara itu Bupati Jombang Mundjidah Wahab mengatakan, bahwa di Desa Jombok Kesamben saaat ini kondisinya sudah bersih dan tidak ada genangan air lagi.

Kedepannya, kata Bupati, terus akam dilakukan pemantauan khususnya saat musim penghujan.

“Sebelum musim penghujan akan kita terus pantau, pembersihan sampah-sampah, semuanya dibersihkan sebelum musim penghujan datang” kata Bupati.

Evaluasi dengan jajaran OPD juga akan kita lakukan, agar tidak terjadi lagi banjir yang seperti ini. “Pemkab Jombang juga akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Mojokerto terkait jembatan penghubung yang akan di bangun ini” pungkasnya (Syaif)