Pelayanan Maksimal dari Poli Bedah Plastik RSUD Jombang

65

memoexpos.co – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang terus berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Salah satu upaya tersebut adalah siap melayani operasi bedah plastik seperti: kelainan celah bibir, celah langit-langit rongga mulut dan operasi bedah plastik estetik atau rekonstruksi.

Menurut dr Yuanita Puspa Candra, Sp., Bp., selaku dokter spesialis bedah plastik di Poli Bedah Plastik RSUD Jombang, divisi bedah plastik menangani kasus rekontruksi dan estetik.

Lanjutnya kasus rekontruksi, yaitu kasus bawaan contohnya operasi bibir sumbing, dan celah langit langit patah tulang wajah akibat kecelakaan lalu lintas, dan akibat luka bakar. Sedangkan kasus estetik yakni operasi untuk menjadikan kondisi bagian tubuh yang sudah normal diperbaiki untuk mendapatkan hasil lebih bagus, lebih normal lagi. Misalnya operasi pengencangan kulit wajah, implan payudara, operasi kantong mata, dan sedot lemak (liposuction).

Sedangkan untuk operasi plastik estetik yaitu operasi untuk memperbaiki kondisi sudah normal untuk lebih normal lagi. Sedangkan operasi rekontruksi, yakni orang dengan bagian tubuh tidak normal kita perbaiki untuk menjadi normal, jelasnya.

Menjawab pertanyaan untuk membuat calon pasien dan keluarga pasien tidak ragu terhadap biaya administrasi, dokter Yuanita, alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya 1998 ini menyarankan kepada calon pasien boleh datang konsultasi ke poli bedah platik di RSUD Jombang, sebab tidak semua operasi bedah plastik ditanggung oleh BPJS.

“BPJS tidak akan menanggung kasus operasi plastik yang tergolong estetik. Misalnya ada seseorang yang ingin operasi tumor di wajah dengan tujuan estetik, atau ada seorang akan masuk tes Polri/TNI ingin memperbaiki luka parut bekas kecelakaan. Jenis kasus ini BPJS tidak mau menanggung biaya operasi estetik.” Ujarnya

Ia pin menyarankan sebaiknya konsultasi dulu ke BPJS atau ke Poli Operasi Bedah Plastik maupun ke poli Bedah Umum RSUD Jombang. Tetapi kalau pasien mengikuti pembiayaan umum, boleh saja langsung menjalani operasi plastik, sarannya.

Menanggapi pertanyaan selama ini mayoritas operasi plastik yang sudah ditangani Tim Poli Bedah Plastik di RSUD Jombang, dokter yang mengenyam pendidikan spesialis bedah plastik di universitas airlangga tahun 2013 ini mengutarakan, sejauh ini meliputi operasi tumor di wajah, rekontruksi akibat kecelakaan, patah tulang wajah, dan memperbaiki pasca trauma luka bakar.

Penyebab munculnya bibir sumbing menurut dokter Yuanita, multifactorial. Diantaranya, faktor keturunan, riwayat genetik keluarga, faktor lingkungan kerja yang penuh dengan polusi. Selain itu juga disebabkan kasus kekurangan asupan gizi ibu hamil. Faktor luar yang juga mempengaruhi yaitu paparan asap rokok.

Bagaimana cara mendeteksi munculnya bibir sumbing, kata dokter yang aktif bekerja di Poli Bedah Plastik di RSUD Jombang hari Senin Kamis mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB ini, itu bisa terdeksi ketika bayi berada di kandungan, asalkan ibu hamil rajin memeriksakan janin selama kehamilan. Adanya peralatan USG empat dimensi akan memudahkan mengetahui kondisi bayi dalam kandungan, ungkapnya,dapat di ketahui saat bayi usia kandungan 5 bulan

Untuk waktu dilakukan operasi bedah plastik bibir sumbing, atau langit-langit bagi seseorang pasien, menurut dokter spesialis bedah plastik ini, usia yang tepat memperhatikan kondisi bayi, kasus per kasus, rata-rata tahap awal ketika bayi usia 3 bulan atau 10 minggu dengan berat badan 5 kg, HB darah harus 10 g/dl , untuk kasus celah bibir.

Sedangkan operasi kasus celah langit-langit bayi dilakukan usia 10 bulan, sehingga ketika bayi mulai belajar berbicara itu usia 2 tahun, luka pasca operasi sudah membaik. Operasi bedah plastik ini terdapat beberapa tahap, berulang kali, tergantung kondisi yang ada pada tiap pasien. Di RSUD Jombang dengan peralatan canggih didukung tenaga profesional di bidangnya, sangat mempuni melakukan operasi bedah plastik, pungkas dokter Yuanita (bay)