Pandemi Covid-19, Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang gelar Pergelaran Wayang Kulit Secara Virtual

52

memoexpos.co – Pergelaran wayang kulit secara virtual adalah untuk melanjutkan program kerja bidang kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang dalam upaya uri-uri pelestarian budaya.

“Program ini sudah lama dan rutin, melibatkan pelaku seni budaya masyarakat Jombang. Memperhatikan selama pandemi Covid-19 tidak ada jop, otomatis pelaku seni budaya juga terdampak Covid-19. Kita gelar pertunjukkan secara virtual ini untuk membantu kru Dalang, Sinden, Wiyogo, dan perangkat gamelan agar tetap semangat, untuk terus berkarya,” Ungkap Kepala Disdikbud Jombang Agus Purnomo, SH., M.Si

Pagelaran wayang kulit virtual telah dilaksanakan bersama Ki Dalang H Wasis Asmoro berasal dari Dusun Rembugwangi, Desa Watudakon, Kecamatan Kesamben, bertempat di Aula Dinas Dikbud, Jl Pattimura No 5, Jombang, Sabtu (8/8) malam, dan disiarkan secara daring melalui Suara Pendidikan TV, chenel Youtube.

Dalam pagelaran tersebut turut diramikan bintang tamu yaitu pasangan Pelawak Yogi Bagong dengan Slendro dari Kota Madiun. Ki Dalang Wasis Asmoro dalam kesempatan itu menyajikan lakon “Wahyu Tirto Usada”, yang mengisahkan perjuangan hidup untuk mendapat rahmat dari Allah SWT, agar dalam melakukan pekerjaan kedinasan selalu memperolah kemudahan, keberkahan serta bageblug virus corona segera sirna dari bumi pertiwi, Kota Santri Kabupaten Jombang.

Pasangan pelawak Yogi Bagong dan Slendro dalam guyonannya diatas pentas mengajak dan mengingatkan agar seluruh warga tetap disiplin mengikuti himbauan pemerintah, yakni patuh melaksanakan protokol kesehatan menuju tatanan hidup baru, New Normal.

Pelawak tersebut menyerukan agar para tenaga pendidikan dan siswa sekolah di Kabupaten Jombang tetap mengikuti sistem pendidikan secara daring. Dalam kegiatan sehari-hari disiplin mengenakan masker, rajin cuci tangan pada air mengalir menggunanakan sabun, atau menggunakan hand sanitizer dan menjaga jarak dalam pergaulan. Kepatuhan mengikuti protokol kesehatan juga diterapkan bagi kru wayang kulit, wiyogo, sinden mengenakan masker maupun face shilf.

Sementara itu Anom Antono, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang menambahkan, menurutnya kegiatan uri-uri seni budaya bertujuan untuk terus melestarikan seni kebudayaan di lingkungan masyarakat kita, Kabupaten Jombang.

“Semoga pergelaran wayang kulit secara virtual ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman pelaku seni budaya,” harap Anom

Selain itu Anom juga berharap, pertunjukkan seni budaya wayang kulit atau bentuk seni lainnya bisa dimanfaatkan sebagai media sosialisasi terhadap program kerja pembangunan dinas-dinas terkait seperti Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di lungkup Kabupaten Jombang karena peranan dan keberadaan seni budaya bisa fleksibel, mudah bergandeng tangan memajukan pembangunan kemanusiaan.

Bagian lain dari tujuan kami, tambah Anom Antono yang juga Plt Kasi Cagar Budaya dan Permusiuman ini, adalah membantu pelaku seni untuk terus berkreasi dimasa pandemi corona virus, karena tidak mudah bagi pelaku seni budaya kemudian beralih profesi, sementara untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga harus tercukupi.

“Sebab itu, ayo kita upayakan dan manfaatkan potensi sumber daya bangsa kita, agar bersama bisa bangkit secara ekonomi dengan mengoptimalkan keahlian seniman,” Pungkas Anom (bay)