Tingkatkan PAD, Perkebunan Panglungan Gali Potensi Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat

360

memoexpos.co – Perumda Perkebunan Panglungan merupakan salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Jombang.

Perkebunan Panglungan memiliki luas lahan pengelolahan sebanyak 97,77 hektar, yang berada di Desa Sumberjo dan Desa Panglungan Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang.

Hal tersebut dipaparkan oleh Djrektur Perumda Perkebunan Panglungan, Ir. Tjahja Fadjari, M.Eng, saat diwawancarai dikantornya. Senin (6/7/2020) pagi.

Fadjari sendiri menjabat sebagai Direktur salah satu BUMD Jombang yang bergerak di bidang perkebunan ini sudah 6 bulan berjalan, ia mengaku jumlah setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada bulan Agustus 2020 mendatang tercatat sebesar Rp. 69.242.062,-

“Tiap bulan Januari dan Februari ada audit, dari hasil yang diterima, dibagi menjadi dua, pertama untuk operasional dan PAD, untuk setoran PAD di bulan Agustus sebesar Rp. 69.242.062,-” Kata Fadjari.

Dimasa jabatannya, Fadjari menjelaskan telah mengambil beberapa trobosan, untuk menjadikan BUMD Perumda Perkebunan Panglungan setoran PAD Kepada Pemkab Jombang semakin besar.

“Progress yang sudah kami lakukan banyak, terkait inventarisasi lahan, tanaman, bahkan kami penuhi juga hak-hal staf dan karyawan agar kinerja bisa maksimal, mulai BPJS, Jamsostek dan gaji yang dinaikan” imbuhnya.

Yang paling penting, tambah dia, mengejar PAD, Pemberdayaan Masyarakat dan menggali potensi wilayah. Seperti lokasi di kebun Sumbergondang, ada satu titik lokasi sumber air bersih, hal itu bisa dimanfaatkan untuk AMDK (Air mineral dalam kemasan) yang dianggap bisa menaikan PAD.

“Dari AMDK yang bersumber dari Sumbergondang, saya yakin ketika pengelolaan air untuk AMDK itu maksimal, PAD akan naik dari situ” tambahnya.

Selaim AMDK, Fadjari juga menyasar pengembangan usaha masyarakat sekitar, pasar tradisional maupun modern di lokasi Perumda Perkebunan Panglungan.

“Ada Alfamart, disampingnya ada pasar-pasar kecil (sayur segar) khas Wonosalam, buah-buahan, pengolahan Cafe di kebun kopi, perizinannya sudah berproses, sudah 20%” tandasnya.

Masih penjelasan Fadjari, di Sirkuit Offroad milik BUMD ini, juga dibuatkan pasar yang menjual hasil panen, rencananya di buka disaat hari libur (Sabtu dan Minggu).

“Untuk hasil bumi, sebelum dipasarkan, harus ada penataan SOP panen dahulu, sortir hasil panen berdasarkan great, bahkan juga ada lelang terbuka hasil panen di Wonosalam, demi menghindari permainan harga hasil bumi yang ada di Wonosalam” tukas Fadjari, yang juga sebagai Ketua Asparjo (Asosiasi Pariwisata Jombang) ini.

Terpisah, Kepala Desa Galengdowo, Wartomo, S.Sos., mendukung langkah inovatif yang dilakukan oleh BUMD Perumda Perkebunan Panglungan, ia juga berharap, penggalian potensi PAD untuk Pemkab Jombang semakin besar.

“Dulu andalannya adalah cengkih, Alhamdulillah Pak Fajari semoga bisa melakukan pengelolaan dengan baik, sehingga PAD bisa meningkat” ujarnya

Analoginya, seperti di Desa Galengdowo, punya Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) produksi susu perah, selain pemberdayaan masyarakat anggaran asli desa juga meningkat.

Selain itu, Wartomo juga punya rencana pengelolaan air bersih untuk dijadikan air minum dalam kemasan, yang nantinya juga akan dikelola oleh Bumdes.

“Di Desa Galengdowo sendiri airnya juga turah-turah (berlebih), akan kami carikan inovasi juga agar bisa mengelola air beraih untuk air minum, nantinya juga kami masukan Bumdes Galengdowo” ucap dia.

Selain, untuk air minum dalam kemasan, Wartomo menginginkan 6 titik sumber air bersih itu nanti, juga untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus edukasi masyarakat tentang penggunaan air dengan bijak.

“Sumbernya ada 6 titik, di pengajaran ada 3, galengdowo 2 dan 1 di wates, itu nanti bisa disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan atau kekeringan dimusim kemarau, sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan air dengan bijak” tutupnya. (Syaif)