Menghadapi Stres Di Masa Pandemi Covid-19 Bersama Poli Psikologi RSUD Jombang

242

memoexpos.co – Kesehatan mental menjadi salah satu dampak yang mengancam masyarakat selama pandemi Covid-19 berlangsung.

Kesehatan mental para warga di seluruh Indonesia dan negara lainnya saat menjalani masa karantina berpotensi mengalami gangguan. Karantina, kematian, kemiskinan dan kegelisahan akibat pandemi Covid-19 dapat memicu krisis gangguan mental yang serius.

Hal itu disampaikan oleh Widayanti, M.Si., M.Psi., ahli Psikolog Klinis di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Jombang saat menjadi pembicara dalam acara ‘Humas RSUD Jombang menyapa’. Selasa (30/6/2020)

Widayanti memberikan penjelasan lebih luas bahwa dampak pandemi Covid-19 ini tidak hanya sekedar berdampak pada permasalahan kesehatan tetapi juga mencakup permasalahan kesehatan psikologi seseorang.

“Pelayanan kesehatan jiwa menjadi penting dilakukan karena persoalan covid19 tidak hanya sebatas persoalan kesehatan semata tetapi juga mencakup permasalahan psikologis dan sektor lainnya.” Jelasnya

Bersumber dari berbagai data, Widayanti mengulas lebih jauh bawa dampak kesehatan mental ditujukan dari angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) semakin meningkat, artinya kontribusi dari pandemi ini telah masuk dalam kondisi mental karena kecemasan juga tekanan ekonomi, tuntutan sosial dan lingkungan sosial.

Ia menilai munculnya stress pada situasi seperti ini adalah sesuatu yang wajar. “Manusia adalah makhluk yang dilengkapi kemampuan untuk beradaptasi dan stres merupakan salah satu mekanisme dalam proses adaptasi tersebut.” Katanya

Tidak lupa ia yang juga menyampaikan bagaimana cara mengatasi stres yang dapat distabilisasi dengan 5 tahap. Pertama adalah grounding yaitu teknik menstabilkan emosi yang membuat pikiran sebelumnya melayang-layang kembali ke kesadaran utama, yang kedua melepaskan diri dari pikiran dan perasaan yang sulit, ketiga bertindak sesuai nilai dalam artian melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan yang diyakini dapat membuat kita merasa tenang dan nyaman, keempat adalah selalu memberi ruang untuk melepaskan diri kita dari pikiran dan perasaan yang sulit, tidak lupa yang terakhir adalah selalu berbuat baik untuk diri sendiri dan orang lain.

“Sedangkan perlu diketahui bagi masyarakat yang kesulitan menangani dampak psikologi akibat pandemi covid-19 secara mandiri maka dapat dilakukan kan dengan mencari bantuan ke psikolog atau psychiater terdekat.” Himbau Widayanti diujung pembicaraan. (Bay)