Bupati Jombang Pimpin Tanam Tembakau

320

Caption foto : Bupati akan tanam tembakau bersama wabup dan ketua APTI dan Kepala desa

memoexpos.co – Dalam mendukung keberhasilan petani tembakau di Kabupaten Jombang, maka perlu adanya gotong royong. Apa yang di butuhkan masyarakat selama ini adalah sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Jombang Hj.Mundjidah Wahab ketika turun tanam tembakau yang di dampingi oleh Wakil Buoati dan Sekretaris Oemerintah kabuoaten Jombang, dihadiri oleh Kepala Disperta, Kepala BPKAD, Kepala Diskominfo, Ketua HKTI, Ketua APTI, Forpimcam, Kepala Desa Sidokaton, dan Para Petani Tembakau. Bertempat di Persawahan Desa Sidokaton Kecamatan Kudu Kabupaten Jombang. Selasa (25/6/2019)

Lanjut Bupati, dengan adanya kegiatan turun tanam Tembakau Bersama, lebih tahu kondisi yang sebenarnya di masyarakat dalam menanam Tembakau yang lebih membutuhkan air, dengan demikian masyarakat di Sidokaton maupun di utara berantas masih perlu dukungan untuk masalah pengairan dan harus ada bantuan berupa sumur untuk pengairan. 

“Bantuan-bantuan ini akan di proses secara bertahap sesuai dengan kemampuan daerah yang akan di bagi-bagi kepada para petani padi, petani tebu dan tembakau itu semua minta perhatian dari pemerintah Kabupaten Jombang”.ucapnya

Pemerintah Kabupaten Jombang akan berupaya meningkatkan bantuan di tahun-tahun depan, juga akan berupaya untuk mendapatkan bantuan dari Provinsi Jawa Timur.

Sementara itu kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Hadi Purwantoro menyampaikan tanam perdana tembakau kali ini merupakan yang ke 3 setelah sektor perkebunan digabung dalam dinas pertanian. Pada tahun 2017 dilakukan di desa Bendungan Kecamatan Kudu kemudian tahun 2018 dilaksanakan di Desa Tondowulan Kecamatan Plandaan dan saat ini dilaksanakan di dusun Mabul, Desa Sidokaton Kecamatan Kudu.

“Meskipun tembakau bukan komoditas mayoritas petani Jombang, namun keberadaannya tidak bisa pandang remeh, ada sebanyak 176 kelompok tani dengan jumlah petani mencapai 11.533 orang yang menanam tembakau, karena itu kegiatan seperti ini perlu dilakukan sebagai media komunikasi antara kelompok tani dengan pembuat kebijakan dan stakeholder lainnya, seperti perusahaan rokok, penelitian dan bank, serta lainnya,” ujarnya.

Menurut Hadi, pada tahun 2018 luas tanaman tembakau di kabupaten Jombang mencapai 5.292 hektar tersebar di 6 kecamatan, diantaranya Kabuh 2.785 hektar, Ploso 1.092 hektar, Kudu 735 hektar, Ngusikan 94 hektar, Plandaan 574 hektar dan Bareng 12 hektar. Dari luas tanam tersebut, pada tahun 2018 Jombang mampu memproduksi tembakau basah mencapai 59.090 ton. pada tahun 2019 ini diharapkan luas tanah tembakau di Kabupaten Jombang dapat dipertahahankan sebagaimana luas tanam tahun 2018 yaitu sekitar 5.922 hektar.

“Seminggu yang lalu laporan masuk ke dinas pertanian tanam tembakau sudah mencapai 5.225 hektar, sedangkan sampai sekarang sudah hampir tutup tanam dan masih ada petani yang menanam tembakau. Dalam rangka meningkatkan produksi dan kualitas tanaman tembakau tahun ini pemerintah kabupaten Jombang memberikan bantuan berupa pupuk NPK Basal sebanyak 110,3 ton dan pupuk KNO3 sebanyak 11 ton . selain itu, diberikan NPK Fertila mencapai 30 ton, bantuan ini jauh lebih besar dari bantuan pada tahun 2018 sejumalah 22,5 ton,” harapnya.

Menurut Hadi, berdasarkan pengujian tanaman pemanis dan serat (BALITAS) Jawa timur di Malang, pupuk NPK  dan KNO3 khusus tembakau ini memiliki kadar clor yang rendah sehingga bisa menghasilan daun tembakau yang lebih baik. Selain bantuan pupuk untuk medukung keberhasilan petani juga memberikan mesin pertanian, antara lain: hands player elektic 70 unit, hand traktor 3 unit, mulitfator/ traktor mini sebanyak 17 unit, pompa air beserta selang air16 unit, mesin alat rajang tembakau 20 unit, pisau rajang tembakau 40 unit , terpal 70 lembar dan timbangan duduk 25 unit. Bantuan tersebut bersumber dari 3 anggaran, yaitu: APBD Kabupaten Jombang, DBHCHT dan APBD Provinsi Jawa Timur.

“Musim tanam 2018 harga tembakau sangat bagus, untuk tembakau basah berkisar antara 3.000-6.000 perKg, sementara tembakau rajangan berkisar antara 30.000-40.000 perKg, bahkan ada yang mencapai 42.000 perKg. Tentu berharap tahun ini produksi dan harga tembakau bisa lebih baik atau paling tidak, sama dengan tahun  lalu. Dinas pertanian terus mengupayakan program sebaik-baiknya bagi petani tembakau baik berupa bantuan maupun pembinaan kelompok tani dan menfasilitasi kemitraan dengan pabrikan/industri rokok,” ungkapnya. (bay)